“Siapa kasih kamu pulang ke Surabaya?”
“Kamu, kan tadi udah acc, ada parafnya kok”
“Ya udah naik”
“Lho aku ga pake helm? Ga perlu ya disini?”
“Terserah, tar kalo pake helm rambutnya rusak?”
“Ga pake helm lebih rusak lagi kan”
*ya udahlah ya emang udah rusak*
Ngeeeengngng…dan motor itu melajulah menuju stasiun terbesar di kota itu.
“Ngapain sih pake ke Surabaya”
“Yah aku kan juga ingin berkarya kayak kamu”
Mulailah muncul pertanyaan-pertanyaan bodoh dan retoris sedari pagi itu.
Kalau boleh aku juga gak pengen balik, gak pengen tinggal sendiri, dan pengen tetap tinggal di sana, gak perlu ke stasiun, gak perlu inget yang lain, gak perlu menjadi dewasa dan bertanggung jawab.
It's not fair How could you so far away The more I mightn't be there The more memories fade And I won't be comin' back anytime soon If you could only feel my (Joey McIntyre)
zerudong said,
August 24, 2009 @ 12:03 pm
huks huks huks……
hanyavita said,
August 26, 2009 @ 2:05 pm
ini sindiran atau simpati? ok, i’ll take that as sympathy….hehehehe…