Monthly Archives: October 2007

Ini bukan tentang aku

Dia bilang ingin bertemu denganku. Aku bilang setuju. Aku bilang padanya aku akan membatalkan janjiku dengan teman lamaku, yah apalagi kalau bukan untuk bertemu dengannya.

Sampailah aku ditengah kota, sebuah restorancepat saji di jalan Sudirman. Karena cukup haus menunggunya, aku dan dia yang lain pergi ke swalayan 24 jam yang menjamur di Yogyakarta, tepat di sebelah restoran cepat saji itu. Sebotol air mineral cukup untuk melancarkan lagi kerogkonganku. Begitu aku selesai membayar, aku melihat dia pertama datang. O..O.. dia tidak datang sendiri. Aku bisa melihat keterkejutan di mata dia kedua ketika dia pertama datang bersama dia ketiga. Begitupun aku! Sama terkejutnya!

Awalnya pembicaraan kami berempat sangat aneh dan “maksa”. Tapi aku yakin kami sedang berusaha “biasa aja”. Pembicaraan dimulai dengan kekecewaan dia kedua karena waktu kami terbatas, dan ditutup dengan keputusan dia pertama bahwa kami akan makan di ayam gorang si daerah Terban.  Dia pertama dan ketiga pergi duluan, berboncengan. Aku dan dia kedua harus mengambil motor masing-masing yang diparkir di resto sebelah. Kami berempat janji bertemu di tempat ayam goreng.

Sayang…ayam yang sangat ingin dimakan oleh dia pertama tutup. Kamipn melaju ke warung pinggr jalan depan rumah sakit yang biasanya kami satroni.  Disana barulah kami bisa benar-benar ngobrol dan bercanda. Seperti dulu lagi, meski masih tetap sangat aneh.

Sindiran-sindiran seringkali keluar dari mulut dia pertama ketika dia ketiga tanpa sengaja membicarakan dia keempat. Begitupun dia ketiga yang tak hentinya mencoba mengungkit tentang dia kelima yang hadir dalam kehidupan mereka. Aku dan dia kedua hanya bisa tertawa pahit. Posisi kami, aku terutama sungguh sangat aneh. Mungkin karena dia pertama sampai dia keempat adalah orang dekatku. Mungkin karena aku merasa bersalah dan berperan dalam adanya dia keempat dalam kehirupan dia pertama dan dia ketiga. Atau mungkin hanya karena mereka terlihat terlalu cepat lupa dan cepat ceria untuk sesuatu yang mungkin baru aku bisa lupa dan kembali ceria dalam hitungan bulan, bahkan tahun.

Aneh, malam ini sungguh aneh. Aku melihat raut wajah dia-dia berubah dengan cepat, dari tertawa, cemberut, diam, marah, dan beragam emosi lain yang sangat kaya. Entahlah, malam ini sungguh terlalu aneh. Menonton drama tentang dia dan dia secara langsung. Tentang dia-dia yang lain yang menjadi tokoh tamu. Tentang aku dan dia yang tidak punya peran penting, lebih tidak penting dibanding peran pembantu sekalipun. Aku hanya bisa tertawa dan tak henti-hentinya heran ketika suatu perasaan tidak seluruhnya terungkap dan menghasilkan kepingan-kepingan emosi yang tidak utuh.

Advertisements