Monthly Archives: February 2008

Malas berdebat lagi

Memang, jaraknya tidak begitu jauh. Hanya empat lima tahun lebih tua dari aku. Tidak lebih tua dari teman-temanku yang lain juga. Tapi pertimbangan kami bisa jauh berbeda.

Pendapat orang tidak lagi menjadi isu utama dalam hidupku. Itu bagus untuk masukan dan introspeksi, tapi tidak untuk jatuh karena omongan orang dan menjadi bete. Sedangkan dia tidak.

Pendapat orang baginya ada di urutan teratas, saking tidak percaya dirinya, aku pernah dengan tegas berkata padanya, “Kamu tuh gak pernah ya say what you want, dan aku kesal sekali ketika kamu gak konsekuen seperti kemaren”.

Baginya, perasaan “tidak enak” bisa lebih berkuasa daripada tingkat urgensi dari kejadian itu sendiri.

Cukup, aku sedang tidak dalam tahap untuk berdebat tentang hal seperti, menurutku, aku tidak serta merta menjadi seperti ini, kamu juga tidak seperti merta menjadi seperti kamu yang sekarang. Kamu juga berproses, kamu tau apa yang kamu mau. Ketika itu tidak melanggar hal orang lain, yah go on, lakukanlah, Ingat kamu punya hak untuk itu. Ingat ya, kamu itu manusia yang bebas dan merdeka, tentukan maumu dan raihlah itu.

Do I make my point clear?

Advertisements