Monthly Archives: February 2010

Ibu pasti mendoakan

Rasa itu nyata, benar-benar ada dan bukan rekayasa.

Mungkin mimpi, mungkin delusi, tapi dampaknya terasa sangat.

Ya Allah lembutkanlah hatiku, haluskanlah tutur kataku, cerdaskanlah otakkau, dan matangkanlah sikapku…amin…

Advertisements

World Cup 2010….

give me freedom..

give me fire…

give me reason…

take me higher…

see the champion…

really really loves this song…and then it goes back, and then it goes back…hahaha…love it love it!


Meresapi

Kalau aku diam dan sering melamun berarti aku sedang….STRESSSSSSSSSSS!!!!


Outstanding

“Vit, dipanggil pak bos”

Ucluk-ucluklah aku menghampiri ruangan bapak berambut putih itu.

“Ya pak”

“Vita, kamu itu….bla bla bla…” panjang deh kalo ditulis, intinya aku harus menjadi outstanding, harus terlihat bagus di depan semua bos-bos, ingat ya Vit, saingan kamu bukan hanya teman-teman di kantor ini saja, tapi juga kantor-kantor cabang lain, saya gak mau kamu lama-lama disini, kalo bisa sih dua tahun saja disini langsung pindah, gak perlu lama-lama Vit di posisi yang sekarang. Tapi masalah promosi sekarang tuh dipanelkan, bukan hanya kewenangan saya sebagai bos kamu saja, tapiĀ  juga bos-bos yang lain. Kalo Vita sudah paham kondisinya seperti ini, saya harap Vita bisa menunjukkan kemampuan Vita didepan mereka. Saya gak mau kecewa karena pendapat saya diragukan.

Oh my God….emang siapa yang pengen berprestasi, lha wong aku cukup mencintai apa yang aku lakukan sekarang aja sudah menjadi prestasi buatku, kalo berada di tempat kerja dengan rekan-rekan kerja yang aku sayangi saja sudah sangat cukup untukku, kenapa aku harus dipaksa berjuang untuk sesuatu yang kata orang “prestasi”.

Pasrah bukan berarti menerima keadaan dan tidak berusaha. Tapi menerima kenyataan dan berusaha yang terbaik menghidupi kenyataan itu, living the life. Kalo menghidupi hidupku sekarang saja aku bahagia, kenapa aku harus mencoba hidup orang lain?

Intinya bukan itu juga sih, apapun namanya, aku gak cinta sama hal-hal yang “akan datang” itu, jadi memang tidak ada willingness to try to reach it. Forgive if I’m wrong, and again, forgive me for being not ambitious in this field.

“Menikmati weekend di North Sweden”

“Packing, Capetown, here I come”

“Aduh stuck again in Hamburg”

“Delay di Amsterdam”

Where are those dreams I’v tried to reach before. Where are those passions I had before. Dimana semangat dan perjuanganku dalam mengejar mimpi-mimpiku?! Sudah semakin kompromis dengan hidup saja sekarang…