Monthly Archives: June 2010

Enggan

Merah ini cuma satu, jauh di dalam aku menyimpannya…

Rasa ini tidak terbagi, apapulalah jadinya bila terbagi,

yang aku tau semua yang terbagi berarti tidak sepenuh hati.

Suara itu tidak bisa membohongi, bahkan angin ribut-pun tidak dapat mengaburkannya.

Cita-cita itu bulat, pasti ada disana.

Menunggu sudah biasa, toh kita sama-sama tau, kita tidak bisa lari kemana-mana.

Bukan karena takut tapi karena enggan kemana-mana.

Enggan karena tau diluar sana tidak ada yang sebahagia kita, saat ini, seperti ini…

Hati bicara dan dia bicara kamu…bicara aku…bicara kita…


Vietland dan Thainam

Yeah, akhirnya ngerasain juga jalan-jalan ke Vietnam setelah melalui perjuangan panjang,

Hari minggu itu di terminal 2D Cengkareng…

‘Vitasari Anggraeni’

‘ya, saya’

‘Tidak bisa berangkat’

Haaaaaa? Dengan bodohnya aku mencoba melenggang dengan passport yang tinggal 4 bulan lagi habis masa berlakunya. Padahal di terms and conditions sudah jelas passport minimal 6 bulan sebelum kadaluarsa yang bisa berangkat. oh well…

Dengan penuh perjuangan menelpon kesana kemari dan merogoh kocek yang tidak sedikit…akhirnya keberangkatanku bukan dibatalkan tapi hanya ditunda sehari…oh how I love my country..you can buy anything as long as u have money!

Dan itulah perjalanan paling menegangkan, gimana enggak bo’, jam 3 baru aku bisa pegang passport baruku dan harus check in jam 2.35, yah bisalah karena check in international flight adalah 2 jam sebelum, jadi aku masih aman, cuman senam jantung dan tak henti berdoa.

There you go, terbanglah aku sendiri ke Ho Chi Minh, berharap teman-temanku yang sudah berangkat duluan setia menungguku. 3 jam perjalanan yang seharusnya bisa untuk tidur, tapi karena sangat bersemangat dan ada sedikit sedih meninggalkan yang di Jakarta -lebay-, maka terbukalah mata ini sepanjang jalan kenangan…

“Cari orang indo yang jg liburan vit biar bisa patungan naik taxi” begitu sms Pipit, salah seorang teman yang sudah di Saigon a.k.a Ho Chi Minh.

Jadilah dalam pesawat aku memetakan sepasang kekasih Indonesia yang terlihat membuka-buka Lonely Planet. Hmm…sasaran empuk buat di-sok-akrab-in dan patungan. Betul saja, sesampainya di bandara Ho Chi Minh aku langsung membuntuti mereka dan melihat mereka menawar taksi, dengan sok kenal aku ajak naik taksi bersama. haha…gotcha..lumayan, selain bisa patungan juga ada yang menunjukkan jalan.

Berhentilah aku di Saigon Center disambut Pipit, Prima, Andrea, Maria, dan Dian….

Disitulah awal tour de Saigon-Bangkok-Phuket kami…tadaaaa…what a wonderful journey!